(maaf ngeblur)
source: here.
Judul : Penumpang ke Frankfurt: Passenger to Frankfurt
Penulis : Agatha Christie
Penerjemah : Budijanto Pramono
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Juli 1994
Tebal : 352 hlm
ISBN : 9789792293340
Harga : Rp 52.000
061113 until 141113
Sir Stafford Nye sama sekali tidak mengenal wanita itu. Mereka bertemu di Bandara Frankfurt, "Kalau Anda tidak menolong, saya akan mati," kata wanita itu.
Sir Stafford orang yang menyukai tantangan dan petualangan, jadi ia mau mengikuti usul si wanita. Kemudian, di London, ia mengetahui dari salah satu rekannya bahwa wanita itu salah satu agen Inggris yang terpecaya dan paling brilian.
Dan di suatu acara makan malam di kedutaan, mereka bertemu lagi. Kali ini keduanya terlibat dalam rencana jahat untuk menguasai dunia!
"Semua sama, para ilmuwan ini. Tak pernah bisa berguna. Tak praktis. Tak pernah mengusulkan sesuatu yang masuk akal. Yang mereka lakukan cuma membelah atom, lalu bilang pada kita agar atom itu jangan dipakai!" - hlm 223.
Aku sebenernya agak kaget mengetahui adanya buku Agatha Christie di rak bukuku. Oke, aku inget kalo aku yang beli di Togamas Bandung dulu, tapi sampe sekarang gak ada minat untuk baca. Apalagi bahasanya yang agak-agak gimana gitu. Overall, aku cukup menikmatinya sih.
Kisah dimulai dengan kepulangan Sir Stafford Nye ke London, tapi adanya kendala saat ia pulang, menyebabkannya terdampar di Bandara Frankfurt. Di sana, ia bertemu dengan wanita yang miripp sekali dengan adiknya. Wanita itu mengajukan permohonan yang sedikit konyol dan agak susah dipercaya. Wanita itu meminta Sir Stafford untuk memberikan jas, paspor, semua perlengkapan penerbangan itu, kepada wanita asing tersebut.
Awalnya, Sir Stafford sama sekali enggan. Tapi entah kenapa ia percaya bahwa wanita itu bisa dipercaya. Agar terlihat seperti perampokkan, wanita itu meminta Sir Stafford meninggalkan semua barangnya di kursi, pergi berbelanja, minum sebuah minuman yang sudah diisi obat tidur, dan terlelap. Ketika bangun, Sir Stafford akan ditanyai tentang segala macam paspor dan lain-lain. Lalu dia akan bilang bahwa ia di rampok saat ia sedang tidur.
Sesampainya di London, dengan selamat, tentunya, dia jadi kangen untuk berbuat petualangan lagi. Apalagi Sir Stafford orang yang tidak bisa 'serius'. Itu yang dikatakan orang-orang kepadanya. Setelah mengatur segala macam iklan yang ditujukan untuk wanita itu, dengan kode rahasia, tentu aja, mereka akhirnya bertemu lagi. Terkuaklah siapa sebenarnya wanita itu, dan kepada siapa dia bekerja.
Mereka diberi misi untuk berpergian sebagai agen mata-mata untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang seseorang itu. Karena sekarang dunia terancam dibawah kekuasan muda-mudi yang berpikiran anarkis tapi cerdas. Tapi orang-orang muda ini tidak digerakkan oleh keinginan dirinya sendiri, tapi oleh seseorang lain. Selain itu, uang juga mempunyai peran banyak dalam pergelokan dunia ini.
Pertanyaannya adalah: siapakah orang itu?
"Kaum mudalah yang boleh dikatakan menjadi ujung tombak dari semuanya ini. Tapi bukan itu yang menjadi biang utama kecemasan. Mereka--siapa pun yang dimaksud dengan mereka--melaksanakan aksinya lewat kaum muda itu. Kaum muda di semua negara. Begitu gampang menyulut api revolusi." - hlm 97.
Hanya di Penumpang ke Frankfurt kalian bisa menemukan petualangan menegangkan dan menemukan artinya kesederhanaan.