Judul : Lovasket 3: The Final Game
Seri : Lovasket #3
Penulis : Luna Torasyngu
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Desember 2011
Tebal : 376 hlm
ISBN : 9789792277623
Harga : Rp 48.000
041113 until 051113
Meniti karier sebagai pemain basket profesional memang nggak gampang. Apalagi bagi Vira, yang bergabung dengan klub baru yang mayoritas pemainnya masih muda dan minim pengalaman bertanding, sehingga mereka harus bekerja keras agar bisa bersaing di kompetisi klub tingkat nasional.
Sayang, perjalanan karier Vira nggak berjalan mulus. Cedera lama itu kembali menghantuinya di tengah-tengah musim kompetisi. Bukan hanya harus berbaring di rumah sakit dan absen bertanding, dia juga harus melupakan mimpinya menjadi pemain basket profesional karena terancam lumpuh total!
Untunglah ada Niken, Rida, dan teman-teman lain yang memberi dukungan. Bahkan Stella, yang tadinya bermaksud meninggalkan dunia basket, kembali hanya demi Vira.
Mampukah mereka membangkitkan semangat hidup Vira dan membuatnya kembali mencintai basket walau Vira tahu dia nggak akan bisa berjalan lagi?
Memang, nggak ada guru yang lebih baik selain pengalaman kita sendiri. - hlm 26.
Aku memang lagi maraton baca seri Lovasket sekarang ini heeheh. Selain ceritanya yang seru banget, Lovasket itu bisa banget ngajarin aku yang kagak tau apa-apa tentang basket. Lovasket 3 ini jauh lebih seru dibanding Lovasket 2 yang seperti udah aku bilang, kurang gereget.
Dimulai dengan kisah Vira yang sekarang dipunyai tim Puspa Kartika dengan beberapa rekan-rekan setimnya yang ada, banyaklahh, yang pasti Stella (yang sekarang jadi sahabatnya gitudeh), gak ikut tim ini karena kesibukannya kerja plus kuliah. Yup, Vira sekarang lagi kuliah, setelah lulus dengan baik dari SMA 31. Vira juga sering dapet dispensasi dari kuliahnya yang bolong-bolong karena harus latihan dengan tim Puspa Kartika, dengan pelatih Pak Andryan.
Puspa Kartika bisa menang dengan baik melawan tim Mataram Putri dari Jogjakarta, saat kandangnya di Bandung. Saat ini tim Puspa Kartika berisi pemain-pemain yang handal, terdapat pula Lusi, tim Senior Jawa Barat dulu. Pertandingan selanjutnya melawan tim Maharani Kencana dari Jakarta, yang berisi pemain-pemain untuk tim nasional. Sulit untuk mengalahkan Maharani Kencana, tapi Vira tetap optimis. Apalagi dia ingin balas dendam ke Bianca, salah satu pemain Maharani Kencana, karena saat duel 1 to 1 streetball di Bandung dulu, dia sempat kalah.
Tim Puspa Kartika kalah dari Maharani Kencana. Tapi kamu tau kan, kalo keberhasilan adalah kekalahan yang tertunda? Pertandingan selanjutnya dengan Arek Putri dari Surabaya yang tangguh. Tapi saat pertandingan, kaki Vira cedera. Bukan cedera baru, tapi cedera lama yang sudah ada sejak tahun-tahun lalu. Dia langsung dibawa ke rumah sakit.
Dokter yang menangani Vira membawa kabar buruk. Vira gak bisa lagi berjalan, kaki kanannya lumpuh. Semua sangat kaget mendengarnya, tapi yang lebih buruk adalah reaksi Vira. Sudah diperhitungkan, Vira langsung muram dan tidak punya lagi semangat hidup. Seperti saat ayahnya dituduh korupsi, ia menjadi sangat tertutup. Banyak teman yang ingin membesuknya, tapi Vira hanya memperbolehkan beberapa. Tapi baik Niken maupun lainnya belum sanggup mengembalikan Vira ke yang dulu.
Vira sangat marah kepada dirinya sendiri. Hingga ia bermaksud untuk melukai dirinya, untunglah tidak parah. Walaupun dia sudah baikan, Vira masih gak mau bertemu dengan teman basketnya, maupun hal-hal yang berhubungan dengan basket. Hingga Stella pun jauh-jauh dari Jakarta dan memboloskan kuliahnya untuk mendorong Vira agar semangat lagi.
Tapi, sanggupkah orang-orang itu untuk membuat Vira mencintai basket lagi? Sanggupkah Vira menerima diri sendiri apa adanya? Hanya di Lovasket 3: The Final Game, kamu bisa menemukan artinya kehidupan, kepercayaan, dan pertandingan basket yang menegangkan juga... mengharukan. :')


