Artrevoir. \\ Follow // Dashboard \\
Showing posts with label rating 5/5. Show all posts
Showing posts with label rating 5/5. Show all posts

Friday, January 31, 2014

Breaking Dawn - Stephenie Meyer



Judul : Breaking Dawn: Awal Yang Baru
Seri : Twilight Saga #4
Penulis : Stephenie Meyer
Penerjemah : Monica D. C.
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Januari 2009
Tebal : 864 hlm
ISBN13 : 9789792243086
Harga : Rp 105.000

240114 until 290114

Twilight Saga #1




Bila kau mencintai orang yang akan membunuhmu, kau tak punya pilihan. Bila nyawamu satu-satunya yang harus kauberikan untuk orang yang kaucintai, bagaimana mungkin kau tidak memberikannya?

Bagi Bella Swan, mencintai dan dicintai vampir bernama Edward adalah bagaikan khayalan dan mimpi buruk yang dirajut jadi satu ke dalam kenyataan. Bukan itu saja, hubungannya yang sangat istimewa dengan Jacob Black sang werewolf, ternyata menyeret Bella ke pilihan-pilihan pelik yang membuat hati keduanya tercabik-cabik. Tapi konon cinta harus memilih, dan karenanya Bella harus memutuskan. Dan sebagai orang yang sangat mengenal Bella, Jacob tahu persis apa keputusan gadis itu. Lalu sanggupkah Jacob meninggalkan Bella selamanya untuk menyembuhkan luka-luka hatinya sendiri? Dan ketika Bella membutuhkannya, sanggupkah Jacob mengatakan tidak?


Dan Bella mencintai hal-hal yang tidak seharusnya ia cintai. - hlm 278.

Pyuh! Setelah aku berturut-turut mengejar ketinggalanku baca Twilight Saga ini, akhirnya beres juga! :) Aku baca buku awalnya, Twilight-New Moon-Eclipse, itu lewat e-book sepenuhnya. Karena aku agak ragu untuk membeli satu paket buku ini. Apalagi di tokbuk aku udah gak ada lagi. -_- Ragu ya karena review di Goodreads tentang seri Twilight itu agak--ehm. Sejujurnya, buku ini dikasih oleh tanteku, cetakan pertama lagi~ Hehehe. Ternyata tanteku baca juga ya Twilight-___-. 

Oke, kita mulai aja ya repiewnya. Jadi kita anggep kalian udah baca yang buku sebelumnya ya. Kalo belom, plis plis, TOLONG baca dulu. Kalian pasti gak mau kesel gara-gara udah tau endingnya. Dimulai dengan pernikahan Bella tentunya~ Akhirnya Bella Swan menikah dengan Edward Cullen, walaupun hati Jacob Black sedih banget. Pernikahannya berlangsung bahagia, pokoknya dream comes true. Keluarga vampir Tanya juga diundang, begitupula keluarga werewolf Seth Clearwater. Semuanya dalam keharmonisan. Apalagi kalau Alice Cullen yang jadi wedding organizer nya bersama Esme Cullen. :) 

Walaupun agak sedikit kurang bila tidak ada Jacob Black, hari itu berlangsung membahagiakan bagi Bella. Ternyata hari itu dilanjutkan ke Brazil, Rio de Janerio, tepatnya. Mereka sudah direncanakan untuk berbulan madu disana. Pokoknya semua indah dan membahagiakan. Tapi o-oh, pada hari keberapa mereka berbulan madu, Bella mengandung! 
Rasanya sungguh ironis bahwa kepingan-kepingan puzzle itu justru menyatu tepat pada saat semuanya akan dihancurkan. - hlm 771.

Anaknya itu belum bisa dipastikan apakah vampir ataukah manusia. Tapi "makhluk" yang ada di dalam perut Bella jelas semakin lama akan membunuh ibunya sendiri. Karena makin lama Bella makin kurus, makin pucat. Dan "makhluk" di dalamnya juga makin ganas. 

Jadi, sesuai sinopsis, apakah Bella sanggup memberikan nyawanya untuk membuat bayi yang dicintainya itu hidup? Walaupun ia harus meninggal, apakah ia rela melakukannya? 

Bella jelas mengajarkanku tentang betapa besarnya kasih ibu kepada anaknya. Maka, tahukah kau seberapa besar kasih Ibu kepadamu? Sungguh tak terhingga! :) 

Aku telah menemukan tempat sejatiku di dunia, tempat di mana aku bisa cocok, tempat di mana aku berkilau. - hlm 604.

Thursday, January 2, 2014

Sherlock Holmes: Penelusuran Benang Merah - Sir Arthur Conan Doyle


source: here


Judul : Sherlock Holmes: Penelusuran Benang Merah 
Seri : Sherlock Holmes #1
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle 
Penerjemah : Sendra B. Tanuwidjaja
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, November 2001
Tebal : 216 hlm. 
ISBN : 9789792290127
Harga : Rp 29.750 (211213)

221213 until 241213


Penelusuran Benang Merah merupakan buku pertama dalam seri Sherlock Holmes dan mengisahkan perkenalan Dr. Watson dengan sang detektif. Dr. Watson yang ketika itu belum mengetahui profesi Holmes, pada awalnya dibuat bingung oleh keeksentrikan pria itu serta kemampuannya yang unik. Holmes sangat pandai dalam ilmu deduksi dan mampu menebak keadaan seseorang hanya dalam sekali pandang. Tamu-tamu, yang mengunjungi rumah sewaan mereka di Baker Street, berasal dari berbagai kelas sosial mulai dari bangsawan sampai portir. Holmes mahir bermain biola, tapi lebih sering menggeseknya secara sembarang. Ia bisa tampak sangat bersemangat, namun di lain waktu termenung-menung dengan pandangan kosong seperti orang kecanduan narkotika. 

Dr. Watson baru memahami teman barunya itu ketika ia mengetahui profesi Holmes dan mendapat kesempatan untuk menyaksikan sang detektif bekerja, menelusuri benang merah pembunuhan yang terjadi di jantung kota London.


Bisa dibilang aku telat banget ya baru baca Sherlock Holmes sekarang-_-. Padahal aku udah lama mengenal nama itu, tapi baru sekarang tergerak (?) untuk baca buku dari awal. Aku emang hati-hati untuk baca Sherlock Holmes dari pertama, biar gak terlalu bingung. Dan kuakui, aku sama sekali gak nyesel beli ini :) ~ 

Dimulai dengan pertemuan Dr. Watson, seorang pensiunan dokter yang berusaha mencari tempat tinggal yang murah di London. Ia bertemu temannya, Stamford, yang mempertemukannya dengan Mr. Sherlock Holmes. Karena Holmes juga perlu sebuah tempat tinggal, tapi terlalu mahal untuk ditanggung sendirian. Dan mereka pun bertemu. Keeksentrikan Holmes mengunggah rasa penasaran Dr. Watson. Holmes dengan mudah menebak bahwa ia sehabis pulang dari Afganistan, dan memang ya. 

"Aku sangat berterima kasih kau sudah memperteukan kami. 'Objek yang paling tepat dalam studi keanusiaan adalah manusia itu sendiri,'" kukutip kata-kata orang bijak itu. "Kalau begitu, kau harus mempelajari Sherlock Holmes," kata Stamford saat kami akan berpisah. "Tapi kurasa kau akan menemui kesulitan. Berani taruhan, dia akan lebih banyak mempelajari dirimu daripada kau mempelajari dirinya." - hlm 20.
Ia begitu penasaran akan apa pekerjaan Holmes, karena Holmes bukan seseorang yang menyukai sastra, filsafat, astronomi dan bahkan Holmes tidak mengetahui Teori Corpenicus dan komposisi tata surya! Dr. Watson sungguh tidak habis pikir. Tetapi Holmes memiliki pengamatan terhadap orang lain yang begitu kuat, lalu pengetahuan kimia, geologi, dan mengetahui kasus-kasus atau berita-berita menghebohkan yang terjadi baik sekarang maupun masa lalu. Holmes juga mahir bermain biola, mungkin sebagai sampingannya, dan sangat mahir bermain pedang, tinju, dll.
"Otak manusia pada awalnya sama seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan pilihanmu. Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukkannya ke dalam loteng-otaknya. Ia tidak akan memasukkan apa pun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak. Keliru kalau kaupikir loteng-otak kita memiliki dinding-dinding yang membesar. Untuk setiap pengetahuan yang kaumasukkan, ada sesuatu yang terpaksa kaulupakan. Oleh karena itu, penting sekali untuk tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna." - hlm 25. 
Setelah mengetahui apa profesi Holmes, Dr. Watson menjadi penasaran bagaimana caranya temannya itu bekerja. Suatu ketika, Holmes mendapat surat tentang kasus pembunuhan yang tidak wajar. Di sebuah rumah di Lauriston Gardens no. 3 yang tidak jauh dari Brixton Road. Seorang petugas menduga ada yang tidak wajar di rumah kosong itu ketika melihat cahaya. Saat itulah, ia menemukan mayat bernama Enoch J. Drebber. Tidak ada tanda-tanda perampokkan, walaupun ada darah, tetapi mayat itu tidak luka sama sekali. Sungguh mengherankan--mungkin sungguh menarik bagi Sherlock Holmes.

Tapi bagi kedua detektif resmi itu, Lestrade dan Gregson, kasus ini rumit sekali, hingga mereka memanggil Holmes untuk membantu mereka. Dan, di bagian dindingnya, terdapat tulisan RACHE yang dalam bahasa Jerman berarti pembalasan yang ditulis dengan darah.

Jelas, seperti yang diduga Holmes, tokoh kedua misteri ini mempunyai motif pembalasan. Tetapi pertanyaannya adalah, siapakah ia?
"Saat yang telah lama kutunggu akhirnya tiba. Musuhku berada dalam kekuasaanku. Tapi aku tidak bertindak tergesa-gesa. Rencanaku telah tersusun. Tidak ada kepuasan dalam membalas dendam, jika sasaran kita tidak menyadari siapa yang membalas dendam padanya dan kenapa ia mendapat pembalasan." - hlm 191.
Penelusuran Benang Merah - Study in Scarlet, bahwa ada karma untuk setiap perbuatan, apa yang kau tabur itu yang kau tuai! :)

Sunday, December 29, 2013

Catching Fire - Suzanne Collins



Judul : Catching Fire: Tersulut 
Seri : The Hunger Games #2 
Penulis : Suzanne Collins
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Juli 2010
Tebal : 424 hlm. 
ISBN : 9789792259810
Harga : Rp 52.500 (021113)

271213 until 301213


Api pemberontakkan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam. 

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam. 

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan. Satu-satunya cara meredam keinginan penduduk untuk memberontak adalah dengan membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluara dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....


WARNING! Di resensi ini terdapat spoiler untuk buku pertama! 

Udah baca buku pertamanya? Kalo belom, aku kasih sedikit gambaran tentang buku pertama. 
Di The Hunger Games (review) ke 74 tahun lalu, Katniss berusia 16 tahun menggantikan posisi adiknya yang terpilih dalam games. Setiap distrik wajib mengirimkan 1 cowok dan 1 cewek untuk bermain ke dalamnya, dan berusaha bertahan hidup hingga tinggal 1 peserta. Karena ada 24 peserta, berarti ada 23 orang yang mati. 



Katniss, sangat menyayangi adiknya, ibunya, Gale, semua orang di distriknya. Jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk hidup, demi mereka. Karena dorongan itulah, dia dan Peeta rela untuk bersandiwara di depan masyarakat Capitol dan berkata bahwa mereka saling mencintai. Tapi mereka tidak bisa hidup bersama, karena hanya ada 1 pemenang. 

Selama games, Katniss diberi tau bahwa boleh 2 pemenang, asal berasal dari distrik yang sama. Ia dan Peeta langsung bersekutu. Tapi ketika yang tersisa hanya mereka, Peeta dan Katniss, peraturan diubah lagi menjadi 1 pemenang. Katniss berpikir 'mengapa pula Capitol perlu 1 pemenang?' boleh kan sekali-sekali Capitol gak punya pemenang. Jadi, Katniss mengambil buah berry yang dapat membunuh dengan satu gigitan, dan membaginya dengan Peeta. 



Seneca Crane, juri pertarungan kali itu, langsung menghentikan perbuatan mereka dan mengumumkan bahwa mereka-lah pemenang kali ini. 2 pemenang. Karena, jelas, lebih baik ada daripada tidak sama sekali. Dan jika Capitol tidak memiliki pemenang, tentu saja mereka akan malu sekali. 

Kalau aku bisa mengambil keputusan, aku akan berusaha melupakan Hunger Games sepenuhnya. Tak pernah membicarakannya. Berpura-pura bahwa semua ini hanyalah mimpi buruk. Tapi Tur Kemenangan membuatnya tidak mungkin. Tur ini sengaja ditempatkan di antara Hunger Games tahunan, itulah cara Capitol menjaga agar kengerian Hunger Games selalu terasa segar dan tidak pernah jauh. Para penduduk di distrik tidak hanya harus mengingat tangan besi kekuasaan Capitol setiap tahunnya, tapi mereka juga dipaksa untuk merayakannya. - hlm 10. 

Seperti yang bisa kita liat di sinopsis buku kedua, Katniss dan Peeta belum selesai menjalankan segala tentang Hunger Games ini. Mereka harus melakukan tur keliling distrik, yang sekarang sedang memberontak. Bagi mereka, Katniss-lah yang sekarang menjadi harapan mereka, membawa perubahan, pembawa revolusi baru. Harapan. 

Karna itulah, Presiden Snow marah sekali terhadap Katniss, dan mengancamnya untuk meredakan semua pergolakan itu. Menghancurkan harapan para pemberontak. Para penduduk Capitol cukup bodoh untuk menelan semua omong-kosong tentang cinta diantara Katniss-Peeta. Tapi baik Presiden Snow dan para pemberontak sama-sama mengerti bahwa saat buah berry itu diambil, itu adalah semua titik balik, artinya adalah pemberontakkan terhadap Capitol, dan api pun tersulut lagi. 

"Kelaparan? Bekerja seperti budak? Mengirimkan anak-anak mereka ke hari pemungutan? Kau tidak menyakiti siapa pun--kau memberi mereka kesempatan. Mereka hanya perlu cukup berani untuk mengambilnya." - hlm 115.

Selama Tur Kemenangan, Katniss dapat melihat bahwa banyak distrik yang sudah dengan sembunyi-sembunyi memulai pemberontakkan. Walaupun begitu, Katniss tetap melakukan apa yang disuruh Presiden Snow, memainkan peran dia menjadi gadis yang sedang jatuh cinta, bukannya pemimpin revolusi negara. Dengan segala ciuman, pelukan, hingga ia bertunangan secara bohong-bohongan di depan televisi, semua tidak cukup untuk menghalau para pemberontak. 

Malah, para pemberontak makin giat-giatnya memberontak, dan puncaknya adalah justru ketika ia dilamar. Katniss panik sekali ketika mengetahui bahwa usahanya gagal. Entah apa yang akan terjadi setelahnya. Entah bagaimana nasib ibunya, Prim, Gale, semua orang di distriknya, semua orang yang sudah membantunya melewati masa-masa suram ketika ayahnya meninggal. Ia tidak sanggup membayangkan. 

Presiden Snow

Ia berniat untuk pergi--kabur, ke hutan, bertahan hidup disana. Dengan Gale, Peeta, Haymitch, keluarganya, keluarga-keluarga mereka, untuk kabur dari cengkraman Capitol. Bahkan, setelah bertemu dengan dua orang pemberontak dari distrik 8, dia mengetahui bahwa adanya dugaan distrik 13 berhasil selamat dari penghancuran distrik tersebut. 

Selain itu, dia tetap harus menjalankan sandiwaranya dengan menikahi Peeta. Dia berfoto-foto dengan gaun pengantinnya, dan lain sebagainya. Semua itu membuat emosinya tercampur aduk. Puncaknya adalah, ketika Presiden Snow mengumumkan games untuk tahun ini. Tahun ke-75 Hunger Games merupakan tahun Quarter Quell. Jadi setiap 25 tahun, ada Quarter Quell. Kenapa setiap 25 tahun? Karena menandai perayaan kekalahan distrik-distrik dengan pesta besar-besaran, dan supaya lebih seru mereka menambahhkan siksaan bagi peserta. Nah itu dia. Quell selalu lebih waw dibanding games tahunan. 

Di Quarter Quell pertama, itu setiap distrik mengirimkan satu cowok dan satu cewek untuk memasukkan mereka ke dalam games. Bagaimana rasanya dikirimkan oleh tetanggamu sendiri? 

"Pada perayaan kedua puluh lima tahun, sebagai pengingat bagi para pemberontak yang membuat anak-anak mereka mati karena memilih untuk memicu kekerasan, setiap distrik harus mengadakan pemilihan dan memberi suara pada nama-nama peserta yang akan mewakili distrik masing-masing." - Presiden Snow, hlm 190. 
Eh, yang memicu kekerasan itu ngebunuh-bunuhin anak-anak yang tidak bersalah, tauk! *kesel* 

Untuk Quarter Quell kedua, Capitol melipatgandakan jumlah peserta. Menjadi dua kalinya. Jadi setiap distrik mengirimkan 2 cowok dan 2 cewek. Tapi hebatnya, Haymitch, mentor mereka, adalah pemenang di Quarter Quell tersebut. 

"Pada perayaann kelima puluh tahun, sebagai pengingat bahwa dua pemberontak mati demi satu penduduk Capitol, masing-masing distrik diminta untuk mengirim peserta dua kali lebih banyak." - Presiden Snow, hlm 190. 
Edan, ngadepin 47 peserta! 

Sekarang, adalah Quarter Quell ketiga, dan ternyata isinya adalah.. 

"Pada perayaan yang ketujuh puluh lima, sebagai pengingat bagi para pemberontak bahwa bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup." - Presiden Snow, hlm 191. 
Karena hanya ada 1 pemenang perempuan dari distrik 12, Katniss kembali ke arena.
Sanggupkah ia untuk bertahan hidup--kali ini untuk kedua kalinya?



Catching Fire, api pemberontakkan tersulut, dan begitu api menyala, susah untuk meredamkannya. Bahkan ketika suatu bangunan yang kuat sekalipun, bisa dilahap api hingga hangus. Yang terkuat pun bisa terkalahkan. >:)

"Katniss Everdeen gadis yang terbakar, kau sudah mencetuskan api, yang dibiarkan tanpa pengawasan, percikan api itu bisa jadi kebakaran hebat yang menghancurkan Panem." - hlm 31. 


Monday, December 23, 2013

The Hunger Games - Suzanne Collins



Judul : The Hunger Games 
Seri : The Hunger Games #1 
Penulis : Suzanne Collins 
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2009
Tebal : 408 hlm
ISBN : 9789792250756
Harga : Rp 58.000 (241013)

171213 until 201213


Dua puluh empat peserta. 
Hanya satu pemenang yang selamat.

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capitol sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12. 

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing-masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televisi The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Katniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.


Rilis tahun 2009! Baru baca taun 2013-_- telat banget yah aww. Tapi yaa biarin ajalah wekekekw. Sebenernya sih, beli buku ini uda Oktober 2013 kemaren, tapiiii berhubung banyaknya tugas dan buku yang belom dibaca, jadi dehh. So here we goes

Kisah The Hunger Games ini menceritakan tentang seorang gadis 16 tahun bernama Katniss Everdeen. Dia tinggal bersama ibu dan adiknya. Katniss merupakan tulang punggung bagi keluarga miskinnya itu, setelah ayahnya meninggal karena kecelakaan tambang. Karena ia sudah bisa berburu, apalagi berjalan-jalan di hutan, membawa binatang tangkapannya, ia mulai mahir untuk menukar binatang tersebut dengan segala kebutuhan keluarganya. Misalnya tupai ditukar dengan roti, dll. 

Katniss memanah untuk mendapatkan daging.

Katniss tinggal di wilayah termiskin di Distrik 12, distrik yang mempunyai banyak barang tambang, sehingga mata pencahariannya kebanyakan adalah penambangan batu bara. Ia tinggal di negara Panem, dengan ibukota Capitol yang dikelilingi 12 distrik. Dulunya, terdapat 13 distrik, tetapi karena terjadi pemberontakkan besar-besaran terhadap Capitol, Distrik 13 dihancurkan. Capitol memenangkan pertarungan itu, dan bersikap sangat keras terhadap distrik-distrik lainnya. 

Di Distrik 12, tampak tua merupakan prestasi karena begitu banyak orang mati muda di sana. Mereka yang bertubuh gemuk juga membuat iri banyak orang karena mereka tidak perlu mengais-ngais makanan seperti yang harus dilakukan oleh banyak orang. Tapi di sini berbeda. Keriput tidak diinginkan. Perut buncit bukanlah tanda kesuksesan. - hlm 140.

Setiap tahun, selalu diadakan acara televisi yang bernama The Hunger Games. Tujuan acara ini adalah untuk mengingatkan kepada semua distrik bahwa 'Capitol berkuasa, jangan macam-macam jika tak ingin mati seperti saat Pemberontakkan'. Jadi, semua distrik sekarang berada kekejaman Capitol. Salah satu kekejamannya adalah mereka diwajibkan oleh Capitol untuk mengirimkan setiap distrik 1 cowok dan 1 cewek untuk ditandingkan dengan distrik lain. Karena terdapat 12 distrik jadi terdapat 24 peserta. 

Rentang umur yang boleh bertanding adalah umur 12 hingga 18 tahun, semakin bertambah umurmu, nama yang dimasukkan ke pengocok itu tambah banyak. Jadi kalo umurmu 12, masukkin 1 nama. Kalo 13, masukkin 2 nama, dan seterusnya. Tapi nasib lain jika kau berada dalam kemiskinan seperti Katniss. Setiap tahun, jika mau mendapatkan tessera yang dapat ditukarkan dengan gandum, kau perlu memasukkan 1 nama. Jadi saat umur 12, Katniss memasukkan 4 namanya ke pengocok itulah (kek arisan gitu). Satu, karna diharuskan. 3-nya lagi untuk 3 tessera untuk ibu, Prim (adiknya), dan dirinya sendiri. 

Tahun ini, ke-74 The Hunger Games dimulai. Seperti biasa, mereka diwajibkan berkumpul di alun-alun untuk mendengarkan siapa yang mewakilkan distrik mereka. Hari Pemungutan, begitulah biasanya disebut. Setelah hari ini berakhir, para keluarga yang anaknya tidak menjadi peserta, bersenang-senang. Sebaliknya, para keluarga yang anaknya menjadi peserta, menutup tirai mereka dan berharap yang terbaik, walaupun itu mustahil. Begitu pula saat The Hunger Games dimulai, mereka wajib menonton keseluruhan prosesnya di TV rumah atau di alun-alun. WAJIB. Acara Hunger Games berisi 24 peserta yang dilepaskan dalam sebuah tempat, bisa hutan, gurun, atau apalah, dan wajib bertahan hingga tinggal 1 peserta. Para peserta harus bertahan dari cuaca, alam yang mengerikan, dehidrasi, kelaparan, dan yang paling parah.. dari para peserta lain yang berniat membunuh-bunuhi orang. 

Hari Pemungutan.

Kali ini, adiknya, Prim berusia 12 tahun, dan hanya memasukkan 1 nama ke dalam pengocok itu. Katniss memperkirakan kemungkinan adiknya dipilih itu kecil sekali dibanding namanya, karena ia memasukan 20 nama. Tapi ternyata nama yang keluar malah... Primrose Everdeen. 

Dengan kepanikan luar biasa, Katniss segera mengajukan diri sebagai pengganti adiknya. Di Distrik 12, relawan untuk menggantikan seseorang itu jarang sekali, bahkan walaupun peserta itu merupakan keluarganya, tetap saja tidak ada yang rela. Hanya kasih Katniss kepada Prim yang begitu besarnya :)
Bagi kebanyakan orang rasa bakti terhadap keluarga ada batasnya pada hari Pemungutan. Apa yang kulakukan adalah perbuatan radikal. - hlm 34. 

Katniss mengajukan dirinya. 

Peserta satu lagi, sang cowok, yaitu Peeta Mellark, a.k.a cowok yang udah ngebantu dia pasca ayahnya meninggal. Dengan begitu, lengkaplah 2 peserta untuk bertarung dengan 22 peserta lainnya. Hanya saja, Capitol tidak mengetahui bahwa besarnya cinta kasih Katniss untuk Prim, sehingga dia melakukan apa saja untuk tetap hidup, dan kembali lagi hidup normal dengan adiknya itu. Karna itulah, Katniss berjuang sekuat tenaga--dengan dorongan untuk hidup lebih besar dari yang lainnya--untuk menang, untuk kembali ke rumah dengan sehat. 

Peeta Mellark. 


Capitol tidak akan pernah melupakan petualangan The Hunger Games ke-74 kali ini. Karena dibalik kekejaman Capitol, masih banyak orang yang berani untuk melakukan aksi menentangnya. Hanya di The Hunger Games kita bisa memahami bahwa cinta dapat mengalahkan kejahatan, kekejaman, seberapa kuat lawannya.  

Jadi, siapa pemenang The Hunger Games ke-74?

Monday, December 16, 2013

City of Bones - Cassandra Clare




Judul : City of Bones
Seri : The Mortal Instruments #1
Penulis : Cassandra Clare
Penerjemah : Melody Violin 
Penerbitan : Ufuk, Januari 2010
Tebal : 661 hlm. 
ISBN : 9786028224802
Harga : Rp 89.900

061213 until 161213


Selama ini Clary yang hampir berusia 16 tahun, mengira dirinya hanyalah anak seorang pelukis biasa. Tapi sejak ibunya diculik dan Clary sendiri hampir mati oleh serangan iblis, dia terpaksa masuk ke dalam dunia baru yang gelap sekaligus menawan, yaitu Dunia Bayangan. 

Ternyata sejak ribuan tahun yang lalu, hanya kaum Nephilim (manusia keturunan malaikat) yang membasmi iblis demi melindungi manusia. Mereka disebut Pemburu Bayangan. Salah satunya adalah Jace yang kasar, sombong, dan luar biasa menyebalkan. Tapi justru itulah yang membuat cowok berambut keemasan itu lebih menggemaskan. Lagipula, bagaimana Clary bisa tahan kalau ada cowok yang selalu siap menerjang iblis, vampir, bahkan manusia serigala demi melindunginya? 

Lalu mengapa iblis mengincar seorang gadis biasa seperti Clary? Bagaimanakah tiba-tiba Clary mendapatkan "penglihatan", sehingga kini ia bisa melihat peri, warlock, dan nephilim? Para Pemburu Bayangan pun benar-benar ingin mengetahuinya...


Manusia memang sangat bodoh. Mereka memiliki sesuatu yang sangat berharga, tapi hampir tidak menjaganya sama sekali. Mereka menyia-nyiakan hidup mereka demi uang, sepaket narkoba, atau senyuman orang asing yang mempesona. - hlm 13. 

Clarissa Fray, atau biasa dipanggil Clary itu hidup normal dengan sahabatnya, Simon, dan ibunya yang penuh kasih sayang, Jocelyn Fray. Ayahnya meninggal ketika ia belum lahir ke dunia, dan peran ayah digantikan dengan Luke, teman ibunya. Atau lebih dari teman, ya apalah itu. Ia hidup dengan damai-damai aja hingga ketika ia dan Simon pergi ke suatu klub, ia melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihatnya. Singkatnya, kayak orang yang punya sixth sense

Clary dan Jocelyn. 

Bedanya, ia melihat dua orang cowok yang masuk ke dalam gudang, dengan membawa pisau. Clary segera mengikutinya, dan tercenganglah dia ketika cowok pirang itu membunuh cowok berambut biru yang sudah ada di dalam gudang! Keberadaan Clary yang bisa melihat orang-orang itu membuat mereka heran sekali. Itulah pertama kalinya Clary mengenal dunia itu.

Di klub
Esok harinya, ia bertengkar hebat dengan ibunya, dan ia langsung pergi ke kafe bersama Simon. Di kafe, ada lagi tuh si cowok pirang pembunuh itu. Clary segera menuntut kejelasan, tapi Ibunya terus-terusan meneleponnya. Saat Clary angkat, Ibunya berkata untuk tidak pulang ke rumah apapun yang terjadi. Nekatnya, dia pergi ke rumah apartemennya itu. Disanalah ia bertemu iblis yang berusaha membunuhnya. 

Clary pingsan, untungnya ada Jace, cowok pirang pembunuh itu. Dengan sabarnya, Jace membawa Clary ke Institut, sebuah tempat tinggal para Pemburu Bayangan. Disanalah, ia akhirnya mengerti tentang Pemburu Bayangan, yaitu kaum Nephilim yang melindungi manusia dengan membasmi iblis. Ia juga berkenalan dengan Isabelle dan Alec, kakak-beradik keluarga Lightwood. Mereka juga Pemburu Bayangan. 

Akhirnya gadis itu tersadar. Bahwa ada keanehan mengapa ia baru mendapat "penglihatan" itu sekarang? Kenapa waktu ia kecil ia tidak pernah mendapatkannya? Akhirnya ia tahu bahwa Ibunya mempunyai darah Pemburu Bayangan, dan Ibunya pulalah yang mengunci ingatan Clary agar gadis itu tidak pernah mengingatnya

Untuk membantu memulihkan ingatannya, Clary dan Jace pergi ke Kota Tulang, atau biasa dikenal City of Bones. Disana, ia bertemu orang-orang yang kata Jace dapat memulihkan ingatannya kembali. Dan Clary pun memulai sebuah perjalanan yang menegangkan. 

Clary (Lily Collins) sama Jace (Jamie Campbell) di City of Bones. 
Hanya di The Mortal Instruments: City of Bones kamu dapat merasakan adrenalin petualangan melawan yang jahat, dan kadang apa yang terlihat tidak sama dengan kenyataan. Adanya twisted ending yang sangat menawan dan rapi yang menyimpan rahasia dari keseluruhan buku ini. 

LinkWithin