Artrevoir. \\ Follow // Dashboard \\
Showing posts with label 2010. Show all posts
Showing posts with label 2010. Show all posts

Sunday, December 29, 2013

Catching Fire - Suzanne Collins



Judul : Catching Fire: Tersulut 
Seri : The Hunger Games #2 
Penulis : Suzanne Collins
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Juli 2010
Tebal : 424 hlm. 
ISBN : 9789792259810
Harga : Rp 52.500 (021113)

271213 until 301213


Api pemberontakkan sudah tersulut. Dan Capitol ingin membalas dendam. 

Katniss Everdeen berhasil keluar sebagai pemenang Hunger Games bersama Peeta Mellark. Tapi kemenangan itu menyulut kemarahan Capitol. Kemenangan Katniss ternyata membangkitkan semangat pemberontakan di beberapa distrik untuk menentang kekuasaan Presiden Snow yang kejam. 

Presiden Snow mengancam Katniss untuk meredakan kegelisahan penduduk distrik dalam Tur Kemenangan. Satu-satunya cara meredam keinginan penduduk untuk memberontak adalah dengan membuktikan bahwa dia dan Peeta saling mencintai tanpa ada keraguan sedikit pun. Jika gagal, keluara dan semua orang yang disayangi Katniss menjadi taruhannya....


WARNING! Di resensi ini terdapat spoiler untuk buku pertama! 

Udah baca buku pertamanya? Kalo belom, aku kasih sedikit gambaran tentang buku pertama. 
Di The Hunger Games (review) ke 74 tahun lalu, Katniss berusia 16 tahun menggantikan posisi adiknya yang terpilih dalam games. Setiap distrik wajib mengirimkan 1 cowok dan 1 cewek untuk bermain ke dalamnya, dan berusaha bertahan hidup hingga tinggal 1 peserta. Karena ada 24 peserta, berarti ada 23 orang yang mati. 



Katniss, sangat menyayangi adiknya, ibunya, Gale, semua orang di distriknya. Jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk hidup, demi mereka. Karena dorongan itulah, dia dan Peeta rela untuk bersandiwara di depan masyarakat Capitol dan berkata bahwa mereka saling mencintai. Tapi mereka tidak bisa hidup bersama, karena hanya ada 1 pemenang. 

Selama games, Katniss diberi tau bahwa boleh 2 pemenang, asal berasal dari distrik yang sama. Ia dan Peeta langsung bersekutu. Tapi ketika yang tersisa hanya mereka, Peeta dan Katniss, peraturan diubah lagi menjadi 1 pemenang. Katniss berpikir 'mengapa pula Capitol perlu 1 pemenang?' boleh kan sekali-sekali Capitol gak punya pemenang. Jadi, Katniss mengambil buah berry yang dapat membunuh dengan satu gigitan, dan membaginya dengan Peeta. 



Seneca Crane, juri pertarungan kali itu, langsung menghentikan perbuatan mereka dan mengumumkan bahwa mereka-lah pemenang kali ini. 2 pemenang. Karena, jelas, lebih baik ada daripada tidak sama sekali. Dan jika Capitol tidak memiliki pemenang, tentu saja mereka akan malu sekali. 

Kalau aku bisa mengambil keputusan, aku akan berusaha melupakan Hunger Games sepenuhnya. Tak pernah membicarakannya. Berpura-pura bahwa semua ini hanyalah mimpi buruk. Tapi Tur Kemenangan membuatnya tidak mungkin. Tur ini sengaja ditempatkan di antara Hunger Games tahunan, itulah cara Capitol menjaga agar kengerian Hunger Games selalu terasa segar dan tidak pernah jauh. Para penduduk di distrik tidak hanya harus mengingat tangan besi kekuasaan Capitol setiap tahunnya, tapi mereka juga dipaksa untuk merayakannya. - hlm 10. 

Seperti yang bisa kita liat di sinopsis buku kedua, Katniss dan Peeta belum selesai menjalankan segala tentang Hunger Games ini. Mereka harus melakukan tur keliling distrik, yang sekarang sedang memberontak. Bagi mereka, Katniss-lah yang sekarang menjadi harapan mereka, membawa perubahan, pembawa revolusi baru. Harapan. 

Karna itulah, Presiden Snow marah sekali terhadap Katniss, dan mengancamnya untuk meredakan semua pergolakan itu. Menghancurkan harapan para pemberontak. Para penduduk Capitol cukup bodoh untuk menelan semua omong-kosong tentang cinta diantara Katniss-Peeta. Tapi baik Presiden Snow dan para pemberontak sama-sama mengerti bahwa saat buah berry itu diambil, itu adalah semua titik balik, artinya adalah pemberontakkan terhadap Capitol, dan api pun tersulut lagi. 

"Kelaparan? Bekerja seperti budak? Mengirimkan anak-anak mereka ke hari pemungutan? Kau tidak menyakiti siapa pun--kau memberi mereka kesempatan. Mereka hanya perlu cukup berani untuk mengambilnya." - hlm 115.

Selama Tur Kemenangan, Katniss dapat melihat bahwa banyak distrik yang sudah dengan sembunyi-sembunyi memulai pemberontakkan. Walaupun begitu, Katniss tetap melakukan apa yang disuruh Presiden Snow, memainkan peran dia menjadi gadis yang sedang jatuh cinta, bukannya pemimpin revolusi negara. Dengan segala ciuman, pelukan, hingga ia bertunangan secara bohong-bohongan di depan televisi, semua tidak cukup untuk menghalau para pemberontak. 

Malah, para pemberontak makin giat-giatnya memberontak, dan puncaknya adalah justru ketika ia dilamar. Katniss panik sekali ketika mengetahui bahwa usahanya gagal. Entah apa yang akan terjadi setelahnya. Entah bagaimana nasib ibunya, Prim, Gale, semua orang di distriknya, semua orang yang sudah membantunya melewati masa-masa suram ketika ayahnya meninggal. Ia tidak sanggup membayangkan. 

Presiden Snow

Ia berniat untuk pergi--kabur, ke hutan, bertahan hidup disana. Dengan Gale, Peeta, Haymitch, keluarganya, keluarga-keluarga mereka, untuk kabur dari cengkraman Capitol. Bahkan, setelah bertemu dengan dua orang pemberontak dari distrik 8, dia mengetahui bahwa adanya dugaan distrik 13 berhasil selamat dari penghancuran distrik tersebut. 

Selain itu, dia tetap harus menjalankan sandiwaranya dengan menikahi Peeta. Dia berfoto-foto dengan gaun pengantinnya, dan lain sebagainya. Semua itu membuat emosinya tercampur aduk. Puncaknya adalah, ketika Presiden Snow mengumumkan games untuk tahun ini. Tahun ke-75 Hunger Games merupakan tahun Quarter Quell. Jadi setiap 25 tahun, ada Quarter Quell. Kenapa setiap 25 tahun? Karena menandai perayaan kekalahan distrik-distrik dengan pesta besar-besaran, dan supaya lebih seru mereka menambahhkan siksaan bagi peserta. Nah itu dia. Quell selalu lebih waw dibanding games tahunan. 

Di Quarter Quell pertama, itu setiap distrik mengirimkan satu cowok dan satu cewek untuk memasukkan mereka ke dalam games. Bagaimana rasanya dikirimkan oleh tetanggamu sendiri? 

"Pada perayaan kedua puluh lima tahun, sebagai pengingat bagi para pemberontak yang membuat anak-anak mereka mati karena memilih untuk memicu kekerasan, setiap distrik harus mengadakan pemilihan dan memberi suara pada nama-nama peserta yang akan mewakili distrik masing-masing." - Presiden Snow, hlm 190. 
Eh, yang memicu kekerasan itu ngebunuh-bunuhin anak-anak yang tidak bersalah, tauk! *kesel* 

Untuk Quarter Quell kedua, Capitol melipatgandakan jumlah peserta. Menjadi dua kalinya. Jadi setiap distrik mengirimkan 2 cowok dan 2 cewek. Tapi hebatnya, Haymitch, mentor mereka, adalah pemenang di Quarter Quell tersebut. 

"Pada perayaann kelima puluh tahun, sebagai pengingat bahwa dua pemberontak mati demi satu penduduk Capitol, masing-masing distrik diminta untuk mengirim peserta dua kali lebih banyak." - Presiden Snow, hlm 190. 
Edan, ngadepin 47 peserta! 

Sekarang, adalah Quarter Quell ketiga, dan ternyata isinya adalah.. 

"Pada perayaan yang ketujuh puluh lima, sebagai pengingat bagi para pemberontak bahwa bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup." - Presiden Snow, hlm 191. 
Karena hanya ada 1 pemenang perempuan dari distrik 12, Katniss kembali ke arena.
Sanggupkah ia untuk bertahan hidup--kali ini untuk kedua kalinya?



Catching Fire, api pemberontakkan tersulut, dan begitu api menyala, susah untuk meredamkannya. Bahkan ketika suatu bangunan yang kuat sekalipun, bisa dilahap api hingga hangus. Yang terkuat pun bisa terkalahkan. >:)

"Katniss Everdeen gadis yang terbakar, kau sudah mencetuskan api, yang dibiarkan tanpa pengawasan, percikan api itu bisa jadi kebakaran hebat yang menghancurkan Panem." - hlm 31. 


Friday, December 27, 2013

Obsesi - Lexie Xu



Judul : Obsesi
Seri : Johan #1 
Penulis : Lexie Xu
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2010
Tebal : 240 hlm.
ISBN : 9789792262704
Harga : Rp 36.000 

201213


Halo, namaku Jenny Angkasa dan hidupku saat ini bagai deretan mimpi buruk. 

Pertama-tama, aku dimusuhi Hanny, cewek paling populer di sekolah yang tadinya adalah sahabatku satu-satunya. Mantan sohibku itu kini menganggapku lebih rendah daripada amuba, bahkan aku dikutuk untuk menjalani hidup sial selamanya.

Kedua, dua teman sekelasku yang bernama sama denganku mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Berdasarkan observasi umum, aku akan menjadi korban berikutnya. Bagaimana aku tidak deg-degan? 

Ketiga, aku mulai uring-uringan tinggal di rumah yang telah kudiami selama enam tahun terakhir. Memang sih, kabarnya rumahku dihantui oleh wanita bergaun putih dan berambut panjang serta anak perempuan kecil. Tapi selama ini kami hidup berdampingan tanpa saling mengganggu kok. Kini, mendadak beberapa kejadian aneh muncul di rumahku.

Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah penyebab semua masalah ini adalah hantu-hantu masa lalu? Atau gara-gara kutukan Hanny yang ternyata manjur banget? 

Atau mungkin ada misteri lain di balik semua ini?


"Yah, namanya juga sejarah, selalu terulang kembali. Kita belajar supaya saat ada yang terulang lagi, kita nggak ngulangin kesalahan yang sama." - hlm 21. 

Baru sekarang baca Johan series-_- aaa telat banget yah. Tapi sudahlah. Mari kita mulai kisah menegangkan ini. Eng ing eng... dimulai dengan Jenny Angkasa, cewek yang biasa-biasa aja dan mempunyai sahabat Hanny, cewek yang amat-populer. Suatu hari, Hanny memusuhi Jenny, karena suatu sebab yang gak bakal aku kasih tau karna entar spoiler. Hahahaha. 

Semenjak itu, Jenny berteman dengan duo Jenny, yang resenya minta digampar. Ada Jenny Bajaj, dan Jenny Tompel. Jenny Bajaj itu nyebelinnya ampun-ampunan karena dia adalah drama queen. Sedangkan Jenny Tompel itu punya tingkat kepo yang dewa banget. Tapi namanya juga Jenny, dia itu super sabar banget.

Sedangkan di rumahnya, yang digosipkan berhantu itu, dan didiami oleh wanita bergaun putih dengan rambut panjang dan anak perempuannya, mulai menampakkan sesuatu yang tidak biasa. Jenny menjadi semakin resah ketika ada hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan logika terjadi

Selain itu, duo Jenny di kelasnya, mendapat kecelakaan. Jenny Bajaj, kecelakaan mobil, sedangkan Jenny Tompel kecelakaan di lab. kimia sekolahnya. Keduanya begitu parah hingga harus menginap di rumah sakit. Begitu banyak rentetan hal-hal buruk yang menimpa Jenny, hingga ia menjadi curiga. Terlalu banyak kebetulan. 

Apakah semuanya hanyalah kebetulan belaka? Atau benarkah dugaan Jenny bahwa ada yang aneh dari semua mimpi buruknya itu? 

Hanya di Obsesi kamu bisa menemukan artinya persahabatan sejati, dan saat terlalu terobsesi akan sesuatu dapat membahayakan. 

Monday, December 16, 2013

City of Bones - Cassandra Clare




Judul : City of Bones
Seri : The Mortal Instruments #1
Penulis : Cassandra Clare
Penerjemah : Melody Violin 
Penerbitan : Ufuk, Januari 2010
Tebal : 661 hlm. 
ISBN : 9786028224802
Harga : Rp 89.900

061213 until 161213


Selama ini Clary yang hampir berusia 16 tahun, mengira dirinya hanyalah anak seorang pelukis biasa. Tapi sejak ibunya diculik dan Clary sendiri hampir mati oleh serangan iblis, dia terpaksa masuk ke dalam dunia baru yang gelap sekaligus menawan, yaitu Dunia Bayangan. 

Ternyata sejak ribuan tahun yang lalu, hanya kaum Nephilim (manusia keturunan malaikat) yang membasmi iblis demi melindungi manusia. Mereka disebut Pemburu Bayangan. Salah satunya adalah Jace yang kasar, sombong, dan luar biasa menyebalkan. Tapi justru itulah yang membuat cowok berambut keemasan itu lebih menggemaskan. Lagipula, bagaimana Clary bisa tahan kalau ada cowok yang selalu siap menerjang iblis, vampir, bahkan manusia serigala demi melindunginya? 

Lalu mengapa iblis mengincar seorang gadis biasa seperti Clary? Bagaimanakah tiba-tiba Clary mendapatkan "penglihatan", sehingga kini ia bisa melihat peri, warlock, dan nephilim? Para Pemburu Bayangan pun benar-benar ingin mengetahuinya...


Manusia memang sangat bodoh. Mereka memiliki sesuatu yang sangat berharga, tapi hampir tidak menjaganya sama sekali. Mereka menyia-nyiakan hidup mereka demi uang, sepaket narkoba, atau senyuman orang asing yang mempesona. - hlm 13. 

Clarissa Fray, atau biasa dipanggil Clary itu hidup normal dengan sahabatnya, Simon, dan ibunya yang penuh kasih sayang, Jocelyn Fray. Ayahnya meninggal ketika ia belum lahir ke dunia, dan peran ayah digantikan dengan Luke, teman ibunya. Atau lebih dari teman, ya apalah itu. Ia hidup dengan damai-damai aja hingga ketika ia dan Simon pergi ke suatu klub, ia melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihatnya. Singkatnya, kayak orang yang punya sixth sense

Clary dan Jocelyn. 

Bedanya, ia melihat dua orang cowok yang masuk ke dalam gudang, dengan membawa pisau. Clary segera mengikutinya, dan tercenganglah dia ketika cowok pirang itu membunuh cowok berambut biru yang sudah ada di dalam gudang! Keberadaan Clary yang bisa melihat orang-orang itu membuat mereka heran sekali. Itulah pertama kalinya Clary mengenal dunia itu.

Di klub
Esok harinya, ia bertengkar hebat dengan ibunya, dan ia langsung pergi ke kafe bersama Simon. Di kafe, ada lagi tuh si cowok pirang pembunuh itu. Clary segera menuntut kejelasan, tapi Ibunya terus-terusan meneleponnya. Saat Clary angkat, Ibunya berkata untuk tidak pulang ke rumah apapun yang terjadi. Nekatnya, dia pergi ke rumah apartemennya itu. Disanalah ia bertemu iblis yang berusaha membunuhnya. 

Clary pingsan, untungnya ada Jace, cowok pirang pembunuh itu. Dengan sabarnya, Jace membawa Clary ke Institut, sebuah tempat tinggal para Pemburu Bayangan. Disanalah, ia akhirnya mengerti tentang Pemburu Bayangan, yaitu kaum Nephilim yang melindungi manusia dengan membasmi iblis. Ia juga berkenalan dengan Isabelle dan Alec, kakak-beradik keluarga Lightwood. Mereka juga Pemburu Bayangan. 

Akhirnya gadis itu tersadar. Bahwa ada keanehan mengapa ia baru mendapat "penglihatan" itu sekarang? Kenapa waktu ia kecil ia tidak pernah mendapatkannya? Akhirnya ia tahu bahwa Ibunya mempunyai darah Pemburu Bayangan, dan Ibunya pulalah yang mengunci ingatan Clary agar gadis itu tidak pernah mengingatnya

Untuk membantu memulihkan ingatannya, Clary dan Jace pergi ke Kota Tulang, atau biasa dikenal City of Bones. Disana, ia bertemu orang-orang yang kata Jace dapat memulihkan ingatannya kembali. Dan Clary pun memulai sebuah perjalanan yang menegangkan. 

Clary (Lily Collins) sama Jace (Jamie Campbell) di City of Bones. 
Hanya di The Mortal Instruments: City of Bones kamu dapat merasakan adrenalin petualangan melawan yang jahat, dan kadang apa yang terlihat tidak sama dengan kenyataan. Adanya twisted ending yang sangat menawan dan rapi yang menyimpan rahasia dari keseluruhan buku ini. 

Monday, November 4, 2013

Lovasket #2 - Luna Torashyngu



Judul : Lovasket 2: For the Love of the Game
Seri : Lovasket #2
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbitan : Gramedia Pustaka Utama, Juni 2010
Tebal : 264 hlm.
ISBN : 9789792258196
Harga : Rp 45.000

031113 until 041113


Vira senang bukan main saat terpilih menjadi anggota tim junior Jawa Barat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional. Nggak cuman Vira yang terpilih, Rida juga.

Tapi kegembiraan Vira nggak berlangsung lama. Tanpa diduga, dia kembali bertemu bekas teman yang sekarang jadi seterunya, Stella. Luka lama pun terkoyak kembali. Perseteruan mereka nggak cuman berlangsung di luar lapangan, tapi juga ke dalam tim.

Stella hanya satu dari berbagai masalah yang menghampiri Vira untuk menggapai impiannya bermain di Kejuaraan Nasional. Masalah lain muncul silih berganti di dalam tim, yang memengaruhi emosi dan pikiran Vira. Belum lagi soal hubungan Niken dan Rei yang lagi renggang. Vira tahu sebuah rahasia tentang Rei, dan dia harus menyimpan rapat-rapat rahasia tersebut dari Niken, apa pun yang terjadi.

Di sisi lain, Stella juga punya masalah pribadi yang nggak kalah peliknya, yang memengaruhinya dalam tim. Belum lagi kenangan masa lalunya, yang membuatnya selalu memusuhi Vira. Jalan untuk jadi pemain basket profesional emang nggak mudah! 


Emmm. Lagi-lagi minjem er-__-. Tapi yaudahdeh, tapi kalo ada buku karya Luna Torashyngu lagi, pasti aku bakalan beli! Wkwkwk. Buku sebelumnya, Lovasket #1 (review Artrevoir) itu sangat memuaskan, walopun aku cuman beri 3 bintang. Ada perbedaan di buku Lovasket #2 ini, dan itu termasuk tipisnya buku ini. Huufft. Aku berharap isinya sama seru dengan Lovasket #1. 

Kisah ini, dimulai dengan Vira, yang sekarang memasuki tahun terakhirnya di SMA 31 Bandung. Gak disangka-sangka, dia dan Rida, rekan tim sebasketnya di SMA 31, dipanggil oleh Pak Andryan untuk mengikuti seleksi menjadi tim junior mewakili Jawa Barat di Kejuaraan Nasional. Disitulah dia bertemu kembali Stella, musuh bebuyutannya di SMA Altavia. 

Setelah seleksi pertama, terbentuklah tim Junior Jawa Barat dengan personel-personel terbaiknya. Di awal pelatihan itu, Stella dan Vira sempat bersitegang dengan seru dan memperburuk keadaan tim. Hal itu menjadi gangguan karena Stella dan Vira merupakan pemain yang sama-sama handal. Dibawah ancaman pelatih, mereka berdua menjadi pemain profesional, dan sedikit sanggup melepas permusuhan untuk kerjasama tim. 

Hidup Vira jadi sedikit runyam ketika hubungan Niken dan Rei menjadi renggang. Bukan masalah Vira sih, tapi masalahnya Vira nggak sanggup liat sahabatnya ngurung diri di kamar sambil nangis, padahal dia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rei. Bukan cuman hidup Vira yang runyam, tapi hidup Stella pun berbalik 180 derajat. Ketika Ibu Stella masuk rumah sakit akibat KDRT dan perceraian antara kedua ortunya, Stella juga kehilangan semua harta benda-nya karena gak ada lagi ayahnya yang menghidupi dia. Sekarang, Stella pun sadar dia lebih bisa menghargai lembaran uang. 

Karena masalah keluarga itulah, Stella keluar dari tim. Ditinggal Stella, Vira merasa aneh banget, dan keadaan timnya pun menjadi berubah. Masalah pelik datang ketika tim Junior Jawa Barat nggak sanggup masuk ke final dan kembalinya Tim Senior. Sebenernya, Tim Senior Jawa Barat ini sendiri sempat mogok latihan karena fasilitas dan uang yang didapatkan, dan tidak mau bertanding. Pihak panitia Jabar bermaksud untuk mengganti mereka semua dengan tim Junior dengan konsekuensi kekalahan. Tapi ketika mereka berunding dengan pihak panitia, tim Senior setuju untuk kembali bertanding. 

Tentu aja Vira nggak setuju dengan keputusan itu. Dia udah capek-capek tanding, malah digantikan dengan Tim Senior? Dia mengajukan pertandingan antara Tim Junior dan Senior! Walaupun terlihat gak mungkin, Vira sebagai motor berusaha meningkatkan semangat kerja timnya. Berhasilkah mereka merebut tempat dan menjadi pemain basket profesional? 

Hanya di Lovasket 2: For the Love of the Game kamu bisa menemukan artinya persahabatan dan pertandingan basket yang menegangkan! :) 

LinkWithin